Saham Dilepas, Bali United Jadi Tim Pertama Go Publik

Salah satu klub peserta liga 1 Bali United baru saja resmi melakukan initial public offering atau IPO di bursa efek Indonesia pada 17 juni 2019. Klub yang dikelola oleh PT Bali Bintang Sejahtera memang dikenal sebagai tim yang sedang berjalan pada jalur profesional. Mulai dari mengadakan fasilitas latihan berkualitas, manajemen tim transparan, dan menerapkan initial public offering.

Langkah yang dilakukan Bali United mendapatkan sambutan baik dari direktur utama BEI yaitu bapak Inarno Djajadi. Menurut beliau, melakukan IPO merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan klub untuk mendapatkan dana dari masyarakat. Beliau juga menambahkan bahwa menerapkan IPO memiliki banyak manfaat untuk klub karena secara umum klub akan terlihat akuntabel dan profesional.

Sambutan Baik dari Masyarakat

Sambutan baik tidak hanya didapat Bali United dari dirut BEI tetapi juga dari masyarakat umum. Hal tersebut terlihat dari harga saham yang mengalami kenaikan yang signifikan yakni dari Rp 175 per saham menjadi Rp 296 per saham data sgp. Bahkan pada hari perdana launching saham Bali United ke publik, telah terjadi nilai transaksi mencapai Rp 38,33 juta.

Pieter Tanuri selaku CEO Bali United mengaku terkejut dengan antusias masyarakat yang begitu besar. Beliau mengatakan sangat terharu sekaligus bangga dengan minat masyarakat terhadap saham Bali United meskipun hanya untuk memiliki 1 lot saham. Langkah Bali United ini juga mencetak sejarah sebagai tim pertama di Asia Tenggara dan kedua di Asia yang menjadi perusahaan terbuka.

Dipandang Sebelah Mata

Pada awal kemunculannya, Bali United sering dipandang sebelah mata oleh para penggemar sepak bola Indonesia. Hal tersebut dikarenakan status Bali United yang merupakan tim baru yang muncul setelah terjadi perpindahan home base dan kepemilikan putra Samarinda ke Bali. Langsung berlaga pada liga teratas Indonesia membuat banyak penggemar menyebut Bali United sebagai klub siluman.

Bali United juga sempat dijadikan bahan guyonan oleh penggemar sepak bola Indonesia dikarenakan banyak sekali logo sponsor yang terpampang pada jersey mereka. Hal itu dipandang oleh suporter sebagai bentuk aksi jual diri klub kepada sepak bola modern. Namun pada kenyataannya sekarang, Bali United menjelma sebagai tim yang perkembangan pesat terutama dalam hal profesionalitas klub.

Sektor infrastruktur Bali United bisa dibilang cukup memadai jika dibandingkan dengan klub peserta liga 1 lainnya. Pihak Bali United telah membangun Bali United Academy, satu megastore dan 19 toko untuk menjual merchandise klub, playland untuk anak-anak di stadion, dan juga telah meluncurkan saluran TV bernama Bali United TV yang dapat dinikmati di TV kabel.

Semua hal tersebut diharapkan mampu untuk menopang jalan Bali United baik sebagai sebuah klub sepak bola maupun sebagai sebuah bisnis. Setelah dilepasnya saham unit sebesar 2 miliar atau sekitar 33,33 persen dari keseluruhan modal yang ditempatkan dan diberikan secara penuh, diharapkan Bali United mampu untuk meraup dana segar mencapai 350 miliar rupiah.

Menjadi Awal Era Transparansi

Keputusan Bali United menapaki bursa saham merupakan satu langkah besar terutama dalam perkembangan sepak bola di Indonesia. Keberanian yang dimiliki oleh Bali United dengan cara menelanjangi diri seperti menjadi sebuah cambukan kepada klub-klub yang memiliki status legenda dan telah lama malang melintang di kasta tertinggi liga Indonesia.

Telah cukup lama sepak bola Indonesia menghirup udara yang tidak sehat, penuh polusi, dengki, ketamakan, dan curiga. Para petinggi klub lebih sibuk untuk meraih jabatan dan menimbulkan konflik antar klub dibandingkan dengan memperbaiki manajemen dan kualitas klub yang dimiliki. Ditambah lagi dengan maraknya kasus match fixing yang menggerogoti persepakbolaan di Indonesia.

Kisruh di organisasi sepak bola tertinggi Indonesia PSSI yang tidak kunjung usai mungkin menjadi salah satu alasan klub enggan memulai untuk go publik. Padahal sebagai badan organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia seharusnya PSSI memberikan edukasi kepada klub mengenai hal tersebut bukan malah ikut terlibat dalam semua kekisruhan di sepak bola nasional.

Langkah yang ditunjukkan oleh Bali United merupakan suatu bukti bahwa usia klub bukan menjadi dasar yang menentukan maju atau tidaknya klub tersebut. Bali United yang lahir di tahun 2015 telah mampu menasbihkan diri menjadi klub yang profesional. Dengan begitu tidak ada alasan lagi bagi klub tradisional untuk mengikuti jejak yang dilakukan oleh Bali United tersebut.

Manfaat Klub Melakukan Go Publik

Majunya industri sepak bola di Eropa tentu tidak lepas dari peran manajemen dan pengurus klub yang berkualitas. Dengan klub-klub peserta liga telah berstatus profesional maka mau tidak mau organisasi sepak bola tertingginya juga akan dipaksa menciptakan iklim kompetisi yang sehat. Hal demikian tentu juga dapat terjadi di Indonesia apabila kondisi tersebut terpenuhi.

PSSI akan dipaksa bekerja dengan keras untuk membuat kompetisi liga lebih terjamin dan stabil, bermartabat dan juga profesional. Dengan kompetisi yang semakin berkualitas tentu akan menghasilkan pula pemain-pemain yang berkualitas. Pemain-pemain semakin berkualitas pasti akan mendapatkan tim nasional yang juga kuat dan solid.

Namun, semua itu tergantung pada kesadaran setiap klub untuk memulai go publik. Tanpa adanya itu semua, kompetisi dan klub dengan tingkat profesional tinggi hanyalah mimpi semata. Hanya dengan cara itulah, sepak bola dan tata kelolanya dapat lebih baik lagi. Sekarang, tinggal pada keputusan klub dan PSSI, mau atau tidak melakukan itu semua demi sepak bola Indonesia yang kita cintai.