Kapten Arema Semakin Serius Menjadi Seorang Youtuber

Hamka Hamzah, kapten Arema FC, kini tidak bingung untuk mengisi waktu senggang yang ia punya. Pasalnya ia telah serius memapaki dunia Youtuber. Hamka disela-sela senggan kerap mengungah video yang isinya seputar aktivitas sehari-hari hingga wawancara rekan satu timnya di Arema. Channel youtube pemain yang berasal dari Makassar itu adalah Hamka Story 23.

Bukan itu saja, dirinya juga baru-baru ini membeli kamera yang harganya belasan juta rupiah agar bisa membuat video dengan kualitas gambar yang lebih jernih dan lebih bagus dibanding sebelumnya. Pemain yang kini berusia 35 tahun itu menyebutkan jika dirinya punya tujuan untuk berbagai pengalaman dan kesehariannya. Termasuk salah satunya kebiasaan sebelum bermain di lapangan dan sebagainya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan yang baru ia tekuni tersbeut tidak akan mengganggu kegiatan latihan dan juga pertandingan yang ia lakukan bersama Arema. Bahkan tanpa malu-malu, Hamka juga tidak memungkiri ingin mendapat penghasilan tambahan dari seorang Youtuber. Jika nanti channel yang ia bangun itu sudah punya banyak subscriber, tentu akan banyak ikan dan pemasukkan lainnya bakal masuk dengan sendirinya.

Hanya saja, tujuan utama dari channel tersebut bukan sekedar materi saja yang dikejar. Pasalnya sebelum menjadi seorang youtuber, dirinya juga sudah iseng alias narsis di depan kamera. Jadi tidak heran ia menyalurkan hobinya menjadi lebih bermanfaat. Dari hobi barunya itu, ia mendapat dukungan luar biasa dari para fansnya. Pasalnya, baru saja 3 minggu Ia rutin upload video, kini sudah ada 31 ribu subsriber yang ia dapat.

Padahal sebelum itu, ia hanya memiliki subscribe sebanyak 2 ribuan saja. Soal konten yang ia akan isi, ternyata Hamka tidak terlalu memikirkannya. Ia menambahkan bahwa dirinya sangat jarang membuat video seputar pertandingan. Jadi semua aktifitas hariannya adalah tema utama untuk video yang bakal ia upload. Yang menjadi rutinitas harian merupakan hasil mengalir yang ia bakal lakukan.

Lebih Rutin Untuk Membuat Konten JasaBola

Hamka sendiri mengaku baru beberapa minggu ini dirinya lebih rutin berkecimuk dengan dunia Youtube. Padahal sebelumnya dirinya memang sudah pernah membuat channel ketika ia bergabung bersama Sriwijaya FC pada tahun 2018 silam. Ia mengaku jika dulunya tidak bisa edit video untuk dimasukkan ke youtube. Sehingga tidak heran ia langsung upload video dari handphone ke Youtube.

Namun kini hal itu sudah berubah. Pasalnya sudah ada teman yang mau bantu edit video. Sehingga tidak heran sekarang postingan videonya lebih rutin. Menurut Hamka, menjadi pemain sepak bola ternyata lebih mudah ditimbang menjadi seorang Youtuber. Contohnya saja ketika ia kebingungan ketika memilih kamera seperti apa yang ingin dipakai untuk memaksimalkan video yang bakal ia upload nantinya.

Pemain yang akrab dengan punggung nomer 23 tersebut alhasil meminta referensi seorang teman potografer sebelum dirinya membeli kamera untuk merekam video untuk kesehariannya itu. Ia menambahkan dirinya sangat kebingungan ketika akan memilih kamera seperti apa yang pas untuknya. Jadi tidak heran dia melakukan sharing dan meminta pertimbangan kepada para rekan yang sudah ia percayai sebelumnya.

Selanjutnya, dirinya juga merasa lebih senang ketika ia menemui ada pemain lain yang mengikuti jejaknya. Yakni memiliki channel Youtube. Terlebih jika isi konten yang ia buat adalah membagikan berbagai pengalaman ketika ia menjadi seorang pemain sepak bola atau sebagainya.

Arema FC Bertolak Ke Padang Tanpa Diikuti Bek Tengah Cadangan

Kemarin, Rabu 10 Juli 2019, rombongan Arema FC memang sedang bertolak ke Padang dari Malang. Rombongan meninggalkan Kota Hujan itu pukul 1 siang menuju Bandara Juanda, Sidoarjo. Hamka Hamzah dan kawan-kawan tiba di Padang setidaknya pukul 20.30. Dalam laga tandang kali ini, rombongan berangkat dengan 18 pemain tanpa adanya bek tengah pelapis.

Ikhafanul Alam memang tidak dibawa karena sedang menerima kartu merah di laga yang sebelumnya. Rachmat Latief juga tidak dibawa meskipun dirinya sedang dalam kondisi sehat alias fit. Hamka dan Arthur masih menjadi pemain andalan sepanjang laga kali ini. Kuncoro selaku asisten pelatih Arema menyebutkan bahwa timnya masih ada sosok Pavel dan Hanif Sjhahbandi untuk menjadi bek tengah. Meskipun sejak awal posisi dua pemain itu adalah gelandang bertahan.

Bukan hanau itu saja, rombongan juga hanya membawa satu pelapis untuk menjadi bek sayap, Ricky Ohorella. Selebihnya, tim yang berjuluk Singo Edan itu membawa 7 gelandang dan juga  4 pemain depan. Dengan kombinasi pemain seperti itu tentu kita sudah tahu jika Arema bakal bermain menyerang habis-habisan ketika bertandang ke kandang Semen Padang.

Meskipun statusnya hanya menjadi tim tamu, namun prioritas Arema tetap ingin memenangkan pertandingan dan mampu menggondol 3 poin perdana pada kandang lawan. Hal ini wajar memang mengingat Arema babak belur ketika menjamun Persikabo pada tanggal 29 Juni lalu. Tentu hasil ini cukup memalukan mengingat Arema berhadapan dengan suporternya sendiri.  

Posisi Semen Padang memang mirip bahkan sama jika dilihat dengan posisi Arema di musim lalu. Mental pemain yang turun karena sedang terbebani sulit untuk memenangkan pertandingan. Itulah yang menjadi motivasi tambahan Arema untuk bermain lebih baik dan tampil menyerang meskipun bermain di tandang. Namun tetap saja, Arema nampaknya tidak boleh menyepelekan lawan kali ini. Arema harus bermain dengan baik dan serius.

Daftar Pemain Arema FC Yang Bertolak ke Padang

Ya, dari 3 laga kandang yang sudah dilakukan oleh Semen Padang, tim itu hanya meraih satu poin saja. kondisi yang cukup mengecewakan itu membuat sosok Syafrianto sang pelatih mundur. Sekarang ini Semen Padang masih ditangani oleh asisten pelatih Weliansyah ketika menghadapi Arema FC. Berikut daftar pemain yang Arema dan Semen Padang miliki. Arema FC membaw kipper Utam dan Kartika Ajie. Posisi belakang masih diisi oleh Hamka Hamzah, Arthur, Alfarizi, Alfin, Ricky. Untuk posisi tengah ada Dendi Santoso, Jayus Hariono, Makan Konate, Hanif Sjahbandi, M Rafli, Pavel, Hendro Siswanto. Sedangkan posisi depan ada Dedik Setiawan, Ahmad Nur, Sylvano dan Ricky Kayame

Saham Dilepas, Bali United Jadi Tim Pertama Go Publik

Salah satu klub peserta liga 1 Bali United baru saja resmi melakukan initial public offering atau IPO di bursa efek Indonesia pada 17 juni 2019. Klub yang dikelola oleh PT Bali Bintang Sejahtera memang dikenal sebagai tim yang sedang berjalan pada jalur profesional. Mulai dari mengadakan fasilitas latihan berkualitas, manajemen tim transparan, dan menerapkan initial public offering.

Langkah yang dilakukan Bali United mendapatkan sambutan baik dari direktur utama BEI yaitu bapak Inarno Djajadi. Menurut beliau, melakukan IPO merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan klub untuk mendapatkan dana dari masyarakat. Beliau juga menambahkan bahwa menerapkan IPO memiliki banyak manfaat untuk klub karena secara umum klub akan terlihat akuntabel dan profesional.

Sambutan Baik dari Masyarakat

Sambutan baik tidak hanya didapat Bali United dari dirut BEI tetapi juga dari masyarakat umum. Hal tersebut terlihat dari harga saham yang mengalami kenaikan yang signifikan yakni dari Rp 175 per saham menjadi Rp 296 per saham data sgp. Bahkan pada hari perdana launching saham Bali United ke publik, telah terjadi nilai transaksi mencapai Rp 38,33 juta.

Pieter Tanuri selaku CEO Bali United mengaku terkejut dengan antusias masyarakat yang begitu besar. Beliau mengatakan sangat terharu sekaligus bangga dengan minat masyarakat terhadap saham Bali United meskipun hanya untuk memiliki 1 lot saham. Langkah Bali United ini juga mencetak sejarah sebagai tim pertama di Asia Tenggara dan kedua di Asia yang menjadi perusahaan terbuka.

Dipandang Sebelah Mata

Pada awal kemunculannya, Bali United sering dipandang sebelah mata oleh para penggemar sepak bola Indonesia. Hal tersebut dikarenakan status Bali United yang merupakan tim baru yang muncul setelah terjadi perpindahan home base dan kepemilikan putra Samarinda ke Bali. Langsung berlaga pada liga teratas Indonesia membuat banyak penggemar menyebut Bali United sebagai klub siluman.

Bali United juga sempat dijadikan bahan guyonan oleh penggemar sepak bola Indonesia dikarenakan banyak sekali logo sponsor yang terpampang pada jersey mereka. Hal itu dipandang oleh suporter sebagai bentuk aksi jual diri klub kepada sepak bola modern. Namun pada kenyataannya sekarang, Bali United menjelma sebagai tim yang perkembangan pesat terutama dalam hal profesionalitas klub.

Sektor infrastruktur Bali United bisa dibilang cukup memadai jika dibandingkan dengan klub peserta liga 1 lainnya. Pihak Bali United telah membangun Bali United Academy, satu megastore dan 19 toko untuk menjual merchandise klub, playland untuk anak-anak di stadion, dan juga telah meluncurkan saluran TV bernama Bali United TV yang dapat dinikmati di TV kabel.

Semua hal tersebut diharapkan mampu untuk menopang jalan Bali United baik sebagai sebuah klub sepak bola maupun sebagai sebuah bisnis. Setelah dilepasnya saham unit sebesar 2 miliar atau sekitar 33,33 persen dari keseluruhan modal yang ditempatkan dan diberikan secara penuh, diharapkan Bali United mampu untuk meraup dana segar mencapai 350 miliar rupiah.

Menjadi Awal Era Transparansi

Keputusan Bali United menapaki bursa saham merupakan satu langkah besar terutama dalam perkembangan sepak bola di Indonesia. Keberanian yang dimiliki oleh Bali United dengan cara menelanjangi diri seperti menjadi sebuah cambukan kepada klub-klub yang memiliki status legenda dan telah lama malang melintang di kasta tertinggi liga Indonesia.

Telah cukup lama sepak bola Indonesia menghirup udara yang tidak sehat, penuh polusi, dengki, ketamakan, dan curiga. Para petinggi klub lebih sibuk untuk meraih jabatan dan menimbulkan konflik antar klub dibandingkan dengan memperbaiki manajemen dan kualitas klub yang dimiliki. Ditambah lagi dengan maraknya kasus match fixing yang menggerogoti persepakbolaan di Indonesia.

Kisruh di organisasi sepak bola tertinggi Indonesia PSSI yang tidak kunjung usai mungkin menjadi salah satu alasan klub enggan memulai untuk go publik. Padahal sebagai badan organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia seharusnya PSSI memberikan edukasi kepada klub mengenai hal tersebut bukan malah ikut terlibat dalam semua kekisruhan di sepak bola nasional.

Langkah yang ditunjukkan oleh Bali United merupakan suatu bukti bahwa usia klub bukan menjadi dasar yang menentukan maju atau tidaknya klub tersebut. Bali United yang lahir di tahun 2015 telah mampu menasbihkan diri menjadi klub yang profesional. Dengan begitu tidak ada alasan lagi bagi klub tradisional untuk mengikuti jejak yang dilakukan oleh Bali United tersebut.

Manfaat Klub Melakukan Go Publik

Majunya industri sepak bola di Eropa tentu tidak lepas dari peran manajemen dan pengurus klub yang berkualitas. Dengan klub-klub peserta liga telah berstatus profesional maka mau tidak mau organisasi sepak bola tertingginya juga akan dipaksa menciptakan iklim kompetisi yang sehat. Hal demikian tentu juga dapat terjadi di Indonesia apabila kondisi tersebut terpenuhi.

PSSI akan dipaksa bekerja dengan keras untuk membuat kompetisi liga lebih terjamin dan stabil, bermartabat dan juga profesional. Dengan kompetisi yang semakin berkualitas tentu akan menghasilkan pula pemain-pemain yang berkualitas. Pemain-pemain semakin berkualitas pasti akan mendapatkan tim nasional yang juga kuat dan solid.

Namun, semua itu tergantung pada kesadaran setiap klub untuk memulai go publik. Tanpa adanya itu semua, kompetisi dan klub dengan tingkat profesional tinggi hanyalah mimpi semata. Hanya dengan cara itulah, sepak bola dan tata kelolanya dapat lebih baik lagi. Sekarang, tinggal pada keputusan klub dan PSSI, mau atau tidak melakukan itu semua demi sepak bola Indonesia yang kita cintai.